Mendirikan startup bisa dikatakan gampang-gampang susah, lho kok bisa…

Dikatakan “GAMPANG” karena bisa dimulai oleh siapun, berbekal ide + kemampuan mewujudkan ide (baik berupa produk digital, jasa maupun produk nyata).

Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan seorang entrepreneur yang dalam proses membangun sebuah bisnis. Jika dia memiliki cukup modal bisa membayar karyawan untuk membantu pekerjaannya.

Jika tidak  maka ia harus mampu bekerja secara mandiri,….baik secara pengembangan produk, pemasaran dan lain-lain.

Lalu apa bedanya dengan STARTUP?

Kolaborasi!

Kalau entreprenur lebih cenderung bekerja secara mandiri dan umumnya dibantu oleh beberapa orang karyawan…..jika cukup mampu merekrut pegawai.

Startup memiliki konsep yang berbeda,

Startup didirikan oleh seorang founder yang memiliki ide, visi & misi yang jelas, konsep manajemen, rencana pemasaran, rencana pengembangan, rencana investasi dll.

Seringkali kita lihat, produk yang terwujud bukan hasil kerja founder itu sendiri, tetapi merupakan hasil kolaborasi diantara founder & para co founder.

Nah,..inilah bagian yang saya sebut “SUSAH

Pak,..kenapa susah? lha wong tinggal kolaborasi saja kok ribet!

Betul, klo kolaborasinya saja tidak rumit, yang ribet itu implementasi kolaborasi-nya. Tidak jauh beda dengan orang yang akan berumah-tangga. Kawin-nya saja yang mudah,…namun bagaimana pelaksanaannya??

Mulai dari peran dan tanggung jawab,

“Papa” Ma kamu yang urusin anak ya! “Mama” ndak mau ah…papa aja yang urusin anak,..mama mo cari kerja aja!!

Lho kan mulai ribut…

Kepemilikan harta

“Pa” Ini mama punya rencana beliin bapak mobil bekas biar bisa jalan2 begitu. “Papa” Lho klo begitu belinya dua dong,…ntar ibu biar belajar pake mobil juga!

“Mama” Klo begitu beliin bapak dulu ya,..”Papa” wah ndak bisa dong,…lady first…”Mama”……blak bluk blak….

Kepemilikan hak intelektual

“Mama” aduh anak mama semakin hari semakin mirip mama…”Papa” siapa bilang,..tuh tetangga bilang dia mirip banget sama papa! “Mama” lho lihat aja cantiknya persis mama. “Papa” ndak bisa dong, orang pinternya tiru papa kok

Okay,..back to startup!

Membangun startup bisa dibaratkan dengan membangun keluarga, ada visi dan misi yang jelas, ada pembagian tugas, hak dll.

Jadi ada 3 hal penting yang harus diperhatikan ketika kita memutuskan untuk membangun startup.

  1. Peran dan tanggung jawab,
  2. Kepemilikan saham serta
  3. Pengalihan hak atas kekayaan intelektual.

Ketiga hal ini akan kita bahas pada artikel selanjutnya. Terus jaga Semangat!